Skripsi
Respon Pertumbuhan Bibit Lada Perdu (Piper nigrum L.) Terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh IBA Pada Beberapa Konsentrasi Dan Jenis Bahan Tanam Setek.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pemberian zat
pengatur tumbuh IBA yang tepat dan jenis bahan tanam yang baik untuk
pertumbuhan bibit lada perdu (Piper nigrum L.). Penelitian ini telah dilaksanakan
di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas IBA Palembang pada bulan
Februari sampai Mei 2017.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok yang
disusun secara Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor yaitu konsentrasi ZPT
IBA 5 level (Z0 = Tanpa ZPT, Z1 = 150 ppm, Z2 = 200 ppm, Z3 = 250 ppm, Z4 =
300 ppm) dan jenis bahan tanam setek 2 level (C1 = setek cabang buah tidak
bertapak, dan C2 = setek cabang buah bertapak) dan terdiri dari 10 kombinasi
perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Setiap plot terdiri dari 4 bibit, sehingga
secara keseluruhan terdapat 120 bibit lada. Peubah yang diamati panjang tunas
(cm), persentase setek hidup (%), jumlah daun (buah), jumlah cabang (buah),
panjang akar (cm), berat kering bagian atas tanaman (g), berat kering akar (g), dan
rasio pucuk akar.
Hasil analisis keragaman pada menunjukkan perlakuan jenis setek
berpengaruh nyata terhadap semua peubah yang diamati. Sedangkan perlakuan
konsentrasi ZPT IBA menunjukkan berpengaruh nyata terhadap panjang tunas,
jumlah daun, jumlah cabang, panjang akar, berat kering atas tanaman, berat kering
akar, dan rasio pucuk akar tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap persentase
setek hidup.
Interaksi kedua perlakuan menunjukkan berpengaruh nyata terhadap
panjang tunas, jumlah cabang, panjang akar, berat kering bagian atas tanaman,
berat kering akar tanaman, dan rasio pucuk akar tetapi berbeda tidak nyata
terhadap persentase setek hidup dan jumlah daun
Kesimpulan dari penelitian ini adalah interaksi antara jenis setek cabang
buah bertapak dan zat pengatur tumbuh IBA pada konsentrasi 150 ppm (Z1C2)
menghasilkan bibit lada perdu terbaik yang terlihat dari panjang tunas, jumlah
cabang, panjang akar, berat kering atas tanaman, berat kering akar, dan rasio
pucuk akar. Jenis setek cabang buah bertapak menghasilkan bibit lada perdu
terbaik yang terlihat dari panjang tunas, persentase setek hidup, jumlah daun,
jumlah cabang, panjang akar, berat kering atas tanaman, berat kering akar, dan
rasio pucuk akar. Sedangkan zat pengatur tumbuh IBA pada konsentrasi 150 ppm
menunjukkan hasil terbaik yang terlihat dari panjang tunas, jumlah daun, jumlah
cabang, panjang akar, berat kering atas tanaman, berat kering akar, dan rasio
pucuk akar.
Tidak tersedia versi lain